Roger Federer Jadi Petenis Peringkat Pertama Tertua di Dunia

Tua-tua keladi. Mungkin istilah itu sangatlah cocok disematkan pada Roger Federer. Pemain tenis asal Swiss berhasil mengkudeta Rafael Nadal di posisi puncak ATP. Hal ini membuat Federer sebagai petenis tertua dalam sejarah yang berhasil ada di peringkat satu dunia. Federer bahkan jauh lebih tua dari Andre Agassi yang meraihnya di umur 33 tahun 133 hari. Sementara itu rekor sebelumnya dipegang oleh petenis perempuan Serena Williams di usia 35 tahun 229 hari.

 

Statusnya sebagai peringkat satu dunia ini diraih setelah ATP merilis peringkat resmi hari Senin (19/2) kemarin.Federer terakhir kali menjadi petenis nomor satu dunia tahun 2012 dan pertama kali mencapainya tahun 2004 saat berumur 22 tahun. Dan hasil kali ini dicapainya usai mengalahkan Robin Haase di perempatfinal Rotterdam Terbuka hari Jumat (17/2) dengan skor 4-6, 6-1 dan 6-1.

 

“Mencapai nomor satu adalah salah satu, kalau bukan pencapaian terakhir di dalam olahraga ini. Terkadang di awal anda hanya merasa bisa mencapainya karena anda bermain begitu bagus tapi kemudian anda memang harus memperjuangkannya dan harus merebutnya dari seseorang yang pantas menyandangnya. Ketika anda lebih tua anda mungkin harus berusaha jauh lebih keras lagi. Mungkin ini yang berarti paling besar bagiku di dalam karierku,” ungkap Federer kepada media The Guardian.

 

Rafael Nadal Beri Selamat Untuk Federer

 

Meskipun digusur oleh Federer, Nadal sepertinya tidak merasa sakit hati. Bahkan petenis Spanyol berusia 31 tahun itu mengucapkan selamat atas prestasi Federer. Secara jujur, Nadal menaruh rasa hormat pada rival berat sekaligus sahabat karibnya itu. Nadal rupanya sangat mengapresiasi raihan Federer Bandar Togel itu dan sudah selayaknya jika dia mengucapkan selamat sebelum kembali merebut gelar tersebut dari Federer.

 

“Roger Federer menunjukkan dengan baik. Bahkan dia tak perlu kembali menjadi petenis peringkat pertama untuk membuktikannya. Dengan usianya saat ini, dia menerima penghargaan bertubi-tubi. Makanya, kita harus memberi selamat kepada dia. Federer dan saya melakukan apa yang kami mampu lakukan dan nantinya akan datang masa saat kami tak bisa lagi melakukannya,” jelas Nadal kepada radio Spanyol, Carrusel yang dilansir oleh The New Paper.

 

Nadal Ogah Komentari Rekor Federer

 

Meskipun memberikan ucapan selamat, Nadal secara terus terang enggan dibandingkan dengan Federer. Apalagi Federer baru saja menjuarai Australia Terbuka 2018 yang membuatnya semakin menguntit Nadal kala itu. Dengan kemenangan di Melbourne Park tersebut, Federer memperpanjang rekornya sebagai petenis putra dengan gelar Grand Slam terbanyak yakni mencapai 20 jumlahnya. Sementara itu Nadal cuma mencapai perempat final Australia Terbuka 2018 karena mengundurkan diri lantaran cedera usai melawan Marin Cilic.

 

Nadal sendiri dirasa cukup berat bisa menyamai rekor Federer karena sejauh ini masih mengumpulkan 16 gelar Grand Slam yakni Prancis Terbuka (10), Australia Terbuka (1), Wimbledon (2) dan AS Terbuka (3). Belum lagi kondisi fisik Nadal yang kerap kali cedera dan penampilan meyakinkan Federer semakin menciptakan jarak. Namun sekali lagi, Nadal menegaskan bahwa mengejar rekor Federer bukanlah fokusnya saat ini.

 

“Itu bukan sesuatu yang membuatku khawatir dan aku juga tidak memikirkannya. Akan membuat frustrasi kalau terus membandingkan diri anda (dengan orang lain). Anda harus terus puas dengan apa yang sudah anda lakukan dan aku puas dengan apa yang sudah kucapai,” papar Nadal kepada Ultima Hora seperti dilansir Detiksport.

Legenda Star Wars, Warwick Davis Tanggapi The Last Jedi

Desember lalu, Star Wars: The Last Jedi akhirnya tiba di bioskop. Menariknya, para penggemar beratnya terbagi menjadi dua usai menonton film tersebut. Beberapa orang membencinya sementara yang lain menyukainya. Jika Anda penggemar Star Wars, Anda pun akan memiliki reaksi yang berbeda dengan film terbaru The Last Jedi yang bahkan kalah dengan beberapa film yang rilis di bulan yang sama seperti Jumanji: Welcome to the Jungle. Menanggapi hal ini, legenda pemain Star Wars, Warwick Davis ikut memberikan komentar.

Warwick Davis: Star Wars Hanya Hiburan

Usai pemutaran perdana Star Wars, semua penggemar memang memiliki pendapatnya sendiri begitu juga dengan Warwick Davis dimana dia merupakan aktor yang berpengaruh dari semua film Star Wars. Perannya begitu banyak di semua film Star Wars, tapi tidak untuk film The Last Jedi ini. Berikut ini komentarnya terkait dengan adanya pendapat yang berbeda di tengah para fans usai menonton The Last Jedi;

“Saya tidak tahu (ternyata) film itu memiliki pendapat yang berbeda, tapi semua film (memang) memiliki oipini yang berbeda – beberapa orang akan menyukainya, beberapa orang tidak akan menyukainya. Aku akan selalu mencintai Star Wars. Star Wars adalah hiburan, ini bukan tentang membuat pernyataan (yang berhubungan) politik. Film ini ada hanya untuk dinikmati orang (sebagai hiburan saja).”

Dia melanjutkan: “Anda masuk ke sana (menonton film) dan seharusnya diri Anda terbawa di dunia yang telah diciptakan sutradara. Star Wars selalu menjadi contoh bagusnya – film ini adalah pelarian sejati dan Anda bisa melupakan abad ke-21 selama beberapa jam. Itulah filosofi George Lucas dengan film Star Wars-nya, (yakni) untuk melakukan petualangan yang menyenangkan.”

Jadi, menurut Warwick Davis, Star Wars hanya film dan sebagai hiburan semata. Dia mencoba untuk mengingatkan para penggemar bahwa Star Wars dimaksudkan untuk menjadi hiburan dan pelarian di atas segalanya. Dia juga mengatakan bahwa setiap film secara teknis memiliki pendapat yang berbeda baik yang menyukainya atau tidak, dan memang begitulah adanya.

Baik Buruk Tergantung Orang Menikmatinya

Warwick Davis tahu satu atau dua hal tentang kontroversi di film Star Wars. Dia sendiri terkenal karena bermain Dewa Poker Online sebagai Wicket atau The Main Ewok dari film Star Wars: Return of the Jedi, dan beberapa peran untuk serangkaian film TV. Ewoks sendiri secara umum tidak terlalu mendapatkan perhatian lebih dari kebanyakan penggemar Star Wars, jadi wajar jika Davis memiliki beberapa pendapat mengenai film terbaru The Last Jedi serta rangkaian panjang kontroversi film Star Wars lainnya.

Film The Last Jedi ini, mungkin bisa dikatakan banyak mendapatkan perhatian karena ini adalah bagian dari film Star Wars. Sementara penulis film bisa saja mengatakan bahwa orang yang membenci film tersebut adalah orang-orang yang memiliki rasa tidak suka terlebih dahulu terhadap film ini. Berbeda dengan mereka yang memang menyukai Star Wars, tentu akan memiliki rasa suka terhadap film tersebut. Namun, memang berbeda dengan film sebelumnya terutama Rogue One dimana hampir semua fans Star Wars mengacungkan jempol untuk film tersebut.

Walau bagaimanapun, film Star Wars: The Last Jedi pasti menarik untuk ditonton. Film ini mungkin saja bisa dikatakan sebagai film yang bagus dan buruk di waktu yang bersamaan mengingat film ini tidak meledak di pasaran, tetapi tidak juga redup. Pastikan terus update tentang informasi dan berita film Star Wars di sini. Apalagi, film dari Star Wars Universe memang akan terus diproduksi setiap tahunnya.

Padmavaat dilarang Tayang di Malaysia, Sudah Tayang di Indonesia

Jika kalian tinggal di Indonesia dan penggemar film Padmavaat, maka kalian beruntung karena kalian bisa menyaksikannya. Namun tidak bagi mereka warga Malaysia atau paling tidak yang tinggal di Malaysia. Film Bollywood agen poker online ini dikabarkan tak bisa ditonton di Malaysia. Pemerintah Malaysia baru saja mengangguhkan dengan cara yang tegas permintaan untuk bisa membatalkan pelarangan penayangannya.

Alasan Tak Boleh Tayang

Melalui Lembaga Sensor Nasional, Pemerintah sebenarnya sudah melarang film tersebut sejak hari Sabtu lalu (27/1). Kemudian mereka menegaskan pelarangannya pada hari Senin (30/1) kemarin. Distributor film Padmavaat yang mana mengumumkannya melalui akun Facebook.

Menurut Kepala Lembaga Sensir Nasional Malaysia, pelarangan itu karena film Padmavaat dianggap menyinggung hal-hal yang sensitif dalam nilai Islam. Hal ini adalah sangat penting karena mayoritas penduduk Malaysia beragama Islam. Menurutnya, penyinggunghan tersebut tidak akan bisa diterima oleh masyarakat di Malaysia.

Film Padmavaat ini memang menceritakan tentang seoarng Sultan Muslim yang mengobarkan perang supaya bisa memenangkan hati seorang putri Hindu. “Alur cerita dari film Padmavaat ini menyentuh hati sensivitas umat Islam. Hal itu sudah menjadi masalah yang sangat memprihatinkan di Malaysia, sebuah negara yang mayoritas penduduknya Islam,” jelas Ketua LPF Mohd. Zamberi Abdul Azis. Namun pihak distributor Padmavaat masih mengajukan banding akhir bulan ini dan akan berupaya agar bisa tayang.

Akan tetapi penggemar film di Malaysia malahan tidak senang dengan adanya pelarangan ini. Beberapa mempertanyakan apa lembaga tersebut benar-benar menonton dan juga memahami film Padmavaat itu. Bahkan beberapa mengecam bakal tetap menonton film itu secara ilegal yakni melalui pembajakan.

“Lembaga sensor benar-benar mengalami kemunduruan. Beauty and the Beast, Power Rangers, lalu ini,” tulisa salah satu penggemar film yang ada di Malaysia, Avinash Naidu.

Lembaga sensor yang ada di sana memang sempat membuat heboh karena sudah melarang penayangan versi live action dari film Beaty and the Beast yang mana menjadi film Disney yang paling ditunggu-tunggu oleh penggemarnya. Pelarangan kali itu Cuma karena adanya karakter gay yang ada di film itu.

Namun kemudian ada film Power Rangers yang menjadi kontroversi juga di Malaysia. Film tersebut juga dilarang karena di sana ada karakter lesbian. Menariknya lagi, film-film tersebut tak menjadi masalah bagi Indonesia yang juga negara dengan mayoritas Islam.

Dikutip dari CNN Indonesia, Padmavaat denga tegas sudah lulus sensor dan dinyatakan bisa tayang sejak tanggal 25 Januari 2018 lalu di Indonesia. Di negara asalnya yakni India, Padmavaat sebenarnya juga menimbulkan kontroversi. Akan tetapi berlawanan dengan apa yang terjadi di Malaysia, protesnya malahan datang dari umat yang beragama Hindu.

Hindu militan yang datang dari Klan Rajput pasalnya merasa tersinggung dengan adanya penggambaran bahwa ratu Padmavaat berhasil dirayu oleh seorang pangeran yang agamanya Islam. Mereka tak suka dengan hal tersebut dan langsung datang ke lokasi syutingnya serta merusak set. Tidak hanya itu, mereka pun mengancam.

Deepika Padukone, bintang utamanya, dan juga sutradaranya yakni Sanjay Leela Bahnsali malahan diancam akan dibunuh. Akan tetapi setelah film tersebut dirilis, kontroversi yang ada tidak mampu menghambat kesuksesan film. Dan dilansir dari CNN Indonesia, film Padmavaat sukses dengan raihan lebih dari US$ 30 juta pada akhir pekan pembukaannya. Penghasilan tersebut setara dengan Rp. 401 milyar dan itu baru pekan pertamanya tayang saja.