Kepercayaan Warga Jepang Kepada Abe Turun Menjadi 48 Persen

Popularitas Abe sebagai pemimpin Jepang turun enam persen dari survei sebelumnya yang dilakukan pada 10-11 Februari.Peringkat ketidaksetujuan naik menjadi 42 persen dari 36 persen pada survei sebelumnya.Hal ini berkaitan dengan penjualan tanah milik negara yang kontroversial dengan harga murah kepada operator sekolah swasta Moritomo Gakuen.Hal ini terungkap setelah ditemukannya dokumen internal terkait yang disetujui dengan Moritomo Gakuen telah diubah di dalam Kementerian Keuangan.

Masyarakat Tidak Puas

Dalam masalah ini, 80 persen responden mengatakan bahwa mereka tidak menganggap pemerintah menangani masalah ini dengan tepat. Sebanyak 65 persen dari mereka yang mendukung Kabinet Abe dan 65 persen yang mendukung Partai Liberal Demokrat mengatakan penanganan masalah pemerintah tidak tepat. Nobuhisa Sagawa, telah menyatakan keinginannya untuk mengundurkan diri sebagai kepala Badan Nasional Perpajakan, memberi kesaksian dalam Diet bahwa dokumen terkait Moritomo asli di Kementerian Keuangan, telah dibuang.Tujuh puluh satu persen responden mengatakan Sagawa harus dipanggil ke Diet untuk menjelaskan situasinya.

Oleh karenanya, LDP mendapat penurunan peringkat dukungan sebesar 38 persen atau turun dari 42 persen pada survei sebelumnya, diikuti oleh Partai Demokrat Konstitusional Jepang sebesar 9 persen, tidak berubah dari survei sebelumnya. Persentase responden yang tidak memiliki afiliasi partai politik adalah 38 persen, naik dari 36 persen pada survei sebelumnya.

Penurunan peringkat Kabinet Abe tercatat terjadi di kalangan orang tua, wanita. Penurunan terbaru ini memang lebih kecil dari pada survei sebelumnya pada bulan Maret tahun lalu, tepat setelah isu Moritomo terungkap, dimana cabinet Abe mengalami penurunan peringkat sebesar 10 poin menjadi 56 persen. Hasil survey terbaru ini juga masih lebih kecil jika dibandingkan dengan survei pada bulan Juli tahun lalu, ketika rating kepercayaan turun sebesar 13 poin dari survei sebelumnya menjadi 36 persen, terendah sejak peresmian Kabinet kedua Abe.

Partai Oposisi Masih Belum Miliki Celah

Tentu saja ada masyarakat yang setuju dan tidak setuju dengan kebijakan Abe. Alasan mereka tidak mendukung Kabinet Abe, adalah responden tidak mempercayai perdana menteri, dengan 51 persen mengatakan demikian, naik dari 42 persen pada survei sebelumnya. Ini adalah angka kedua tertinggi setelah 54 persen dalam survei bandar togel online yang dilakukan pada Agustus tahun lalu sejak peluncuran Kabinet kedua Abe.

Adapun alasan paling umum untuk mendukung Kabinet Abe adalah bahwa pemerintahan sekarang jauh lebih baik daripada kabinet masa lalu – jawaban ini mendapatkan porsi 48 persen, naik dari 42 persen pada survei bulan Februari. Hal ini mengindikasikan bahwa lebih banyak responden merasa tidak mendukung kebijakan Abe sehingga jumlah masyarakat tidak puas lebih banyak.

Ketika ditanya mengenai masalah yang mereka inginkan untuk diprioritaskan oleh Kabinet Abe, kelompok terbesar sebanyak 86 persen memilih ekonomi dan pekerjaan, naik dari 85 persen pada survei bulan Februari. Sebanyak 47 persen memilih “isu-isu yang melibatkan Moritomo Gakuen dan Lembaga Pendidikan Kake,” naik tujuh poin dari jajak pendapat bulan Februari.

Namun, masih tidak ada celah bagi partai oposisi untuk meningkatkan kritik terhadap pemerintah atas masalah Moritomo. Hal ini didasarkan pada peringkat dukungan partai politik dimana peringkat untuk LDP sedikit turun menjadi 38 persen dari 42 persen pada survei bulan Februari, sementara peringkat untuk CDPJ dan partai oposisi lainnya kurang dari 10 persen. Adapun masalah lainnya adalah berkaitan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Amerika Serikat, Donald Trump.

Black Panther Belum bisa Kalahkan Doraemon di Jepang

Tidak semua orang nampaknya menyerukan “Wakanda Forever”. Mengapa? Karena ternyata data Box Office Jepang menunjukkan suatu hal yang berbeda. Dalam data itu, ternyata film Black Panther yang telah meraih kesuksesan domestik di Amerika Utara dan juga secara internasional ini tidak berkutik saat disandingkan dengan Doraemon. Film superhero Marvel tersebut masih belum bisa menggeser kedudukan kantong ajaib Doraemon yang menjadi favorit orang Jepang.

Black Panther Masih Kalah Jauh

Berdasarkan data dari Box Office Negara Matahari Terbit tersebut untuk pekan lalu, sekitar tanggal 3-4 Maret 2018, raihan penonton Black Panther masih kalah juh dari film animasi togelpelangi paling baru, Doraemon the Movie: Nobita’s Treasure Island. Dua film tersebut diketahui sama-sama menjalani pekan debutnya. Akan tetapi film seri ke-38 dari robot kucing biru yang mana juga terkenal di Indonesia itu menjadi posisi pertama di Box Office dengan pendapatan awal US $8 juta atau sekitar 717.000 penonton.

Raihan ini pasalnya tercatat meningkat sebanyak 22% dibandingkan pada saat yang sama di film sebelumnya, Doraemon the Movie 2017:Great Adventure in the Antartic Kachi Kochi. Film itu mendapatkan pendapatan total sebesar US $42 juta.

Di sisi lainnya, Black Panther pada akhir pekan pertama di Jepang Cuma mampu menarik sebanyak 199 ribu penonton saja dengan pendapatan awal sebesar US $2,9 juta. Akan tetapi setelah 4 hari penayangannya, pada hari Selasa (6/3), Black Panther dilansir dari CNN Inodnesia memperoleh pendapatan US $4,7 juta. Atas pencapaian itu, Black Panther menempati posisi kedua dalam Box Office Jepang.

Tantangan Film Internasional di Jepang

Jepang adalah satu dari sedikit negara yang ada di Asia yang belum juga mengumumkan pendapatan film yang sudah sangat sukses di Amerika Utara tersebut. menurut data dari Box Office Mojo, Jepang dan Cina adalah dua negara yang masih juga belum memberikan data pendapatan box office. Dua negara itu tergolong menjadi negara pasar besar yang ada di Asia dan juga sekaligus menantang untuk Hollywood karena budaya mendahulukan menonton film produksi lokal terlebih dahulu.

Sampai sekarang ini, Black Panther sendiri telah mengumpulkan total pendapatan sampai dengan US $899 juta dengan US $501 juta berasal dari pasar domestic Amerika Utara sebagai penyumbang pendapatan yang paling dominan.

Dan di pasar internasional Black Panther Cuma bisa memperoleh sebesar US $398 juta atau sekitar 44% saja dari pendapatan totalnya di pekan ke-3 penayangannya. Sementara itu, di pasar domestic Amerika Utara, akhir pekan Oscar 2018 lalu, Black Panther masih juga menempati posisi yang pertama pada Box Office dengan pendapatan sebesar US $66,3 juta.

Bagaimana untuk posisi kedua? Untuk posisi kedua ditempati oleh Red Sparrow, film yang dibintangi oleh Jennifer Lawrence. Di awal pekan debutnya, film yang menampilkan mata-mata Rusia itu meraih pendapatan sebesar US $16,8 juta.

Sementara di posisi ketiga pada Box Office Amerika Utara ditempati oleh Death Wish yang juga debutnya pertama menghasilkan sebesar US $13 juta. Untuk posisi keempat, ada Game Night yang memperoleh pendapatan sebesar US $10 juta dan nomor 5 tak disangka dihuni oleh Peter Rabbit dengan pendapatan US $10 juta.

Nampaknya di Amerika Utara memang Black Panther bisa mendominasi namun tidak demikian di Negara Matahari Terbit yang masih mencintai beberapa film lokalnya termasuk Doraemon the Movie: Nobita’s Treasure Island.

Siap-Siap, 2 Agustus 2019 Ada Live Action Movie Dora the Explorer!

Setelah sempat mengumumkan pada public bahwa akan ada live action dari kartun anak-anak yang diminati oleh banyak orang, Dora the Explorer pada bulan Oktober tahun lalu, akhirnya Paramount Pictures mengumumkan kapan film itu akan dirilis.

Tanggal Rilis Sudah Fix

Selaku studio yang mana memproduksi Dora the Explorer, Paramount Pictures mengumumkan bahwa tanggal 2 Agustus 2019 adalah tanggal perilisan kisah petualangan dari Dora, Boots serta kawan-kawannya. Dengan adanya penetapan tanggal itu, Dora the Explorer menjadi film Togel Hongkong kedua yang mana menjadwalkan naik layar lebar pada momen itu. sebelumnya juga, Warner Bros memilih tanggal itu untuk merilis sebuah film yang belum memiliki judul.

Rencananya, film ini akan diproduseri oleh Michael Bay, Brad Fuller, dan Andrew Form. Ketiganya bakal meneruskan proyek yang disebut-sebut idenya sudah muncul sejak tahun 2015 itu. sekarang ini, Dora the Explorer yang memiliki versi live action tengah dip roses pengembangan dengan merekrut Nick Stroller guna merilis kisah petualangan gadis yang berponi yang selalu membawa ransel tersebut.

Sutradara yang telah dipilih oleh pihak produksi untuk film ini dan mengarahkan Dora dan Boots dalam berpetualangan adalah James Bobin yang mana pernah menggarap Alice Through the Looking Glass.

Cerita Dora the Explorer

Cerita dari Dora the Explorer sendiri di sini mungkin akan sedikit berbeda dari Dora yang ada di film animasinya. Di dalam live action Dora the Explorer ini diceritakan Dora sudah beranjak menjadi gadis remaja, bukan lagi sebagai bocah yang usianya 7 tahun. Di film live actionnya juga Dora diceritakan bakal pindah ke kota yang baru di mana Diego, sepupunya, tinggal.

Sebelumnya, Dora the Explorer merupakan serial TV yang sangat populer dan memiliki 172 episode terhitung mulai 2000 sampai dengan 2014. Serial tersebut fokus pada pengalaman bocah Amerika Latin dengan monyetnya, Boots, yang mana suka berkelana dari 1 tempat ke tempat yang lainnya. Ia biasanya mengalami berbagai rintangan, dan salah satunya adalah seekor serigala bernama Swiper yang suka mencuri.

Dilansir dari CNN Indonesia, jika memang jadi dirilis pada tahun 2019, maka Dora the Explorer akan menjadi film ketiga Paramount Pictures yang dirilis pada tahun 2019. Sebelumnya diberitakan akan ada Transformers 7 pada tanggal 28 Juni, dan Top Gun yang akan dirilis pada tanggal 12 Juli 2018, sebuah serial lanjutan dari film Terminator.

Belum Syuting Namun Sudah Siap Tayang Tahun Depan

Uniknya adalah meskipun pihak dari Paramount Pictures yang menjadi distributornya sudah mengumumkan tanggal rilis dari Dora the Explorer ini, sampai saat ini bahkan masih belum juga disampakan kapankah film ini akan memulai proses casting dan juga syutingnya. Paramount pasalnya pertama kali mengumumkan film Dora the Explorer ini akan rilis yakni sejak Oktober tahun 2015 setelah sang penulis scenario menulis scenario untuk film animasi Puss in Boots yakni Tom Wheeler didaulat untuk menggarap ceritanya.

Namun setelah itu belum ada pergerakan sama sekali dari pihak studio untuk melanjutkan pengembangannya sampai dengan proses diaktifkannya kembali pada bulan Oktober 2017. Penulisnya juga diganti oleh pihak studio yakni menjadi Nick Stroller.

Dora the Explorer adalah serial animasi yang dicipatakan oleh Chris Gifford, Eric Weiner, dan Valerie Walsh, yang mengudara sebanyak 8 musim. Serial edukasi ini memiliki 172 episode sejak tayang selama 14 tahun.