Kemlu Panggil Wakil Dubes Saudi Terkait Aksi 212

Kemlu Panggil Wakil Dubes Saudi Terkait Aksi 212, Kementerian Luar Negeri RI pasalnya memanggil Wakil Dubes Arab Saudi di Jakarta.

Terkait dengan klarifikasi soal kicauan Dubes Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi yang mana dianggap mencampuri urusan politik di dalam negeri Indonesia tentang aksi 212.

Kemlu Panggil Wakil Dubes Minta Klarifikasi Wadubes Arab Saudi

“Karena Dubes Saudi sedang di luar negeri, hari Senin siang, Wakil Dubes atau Kuasa Usaha Sementara Saudi di Jakarta secara resmi dipanggil ke Kemlu,” ungkap juru bicara dari Kemlu RI, Armanatha Nasir dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (4/12).

Arrmanatha juga mengatakan bahwa Kemlu telah memanggil perwakilan Kedubes tersebut sebelum ada gelombang protes yang terjadi di Indonesia.

Pemanggilan itu dilakukan setelah dalam sebuah kicauan pada akun Twitter pribadinya, Osama pasalnya menyinggung aksi 212 itu.

Pembakaran bendera dengan kalimat Tauhid, dan juga tudingan tak langsung GP Ansor sebagai ormas menyimpang dan sesat.

Kicauan yang mana sempat diunggah olehnya pada hari Minggu (2/11) tersebut pun langsung memicu banyak protes dan netizen dan GP Ansor.

Kicauan Osama, menurut Arrmanatha, tak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatik. “Substansi pernyataan sosmed Dubes Saudi itu tak tepat.

Secara etika, penyampaia pernyataan seperti yang ada di dalam sosmed Dubes Saudi tak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatic,” ucap Arrmanatha.

Kemlu Panggil Wakil Dubes Mengenai Kicauan Osama Picu Kontroversi

Kicauan Osama pasalnya dipermasalahkan PBNU dan juga GP Ansor.

Karena dalam tangkapan layar atau disebut sebagai screencapture yang mana dilampirkan di dalam keterangan pers GP Ansor, Osama menuliskan ‘pembakaran bendera tauhid oleh kelompok sesat.’

Penggalan kicauan Osama dalam Bahasa Arab yang mana dikutip dari CNN Indonesia, kurang lebih seperti ini:

“Berkumpulnya jutaan manusia dalam rangka persatuan Islam, sebagai reaksi atas pembakaran bendera atau panji tauhid dari kelompok sesat sebulan lalu, dihadiri oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Calon presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Untuk tak mendekati keramaian dan kemacetan yang ada di wilayah Monas itu.”

Kicauan Osama itu akhirnya menjadi viral di media sosial.

GP Ansor mendesak Kementerian Luar Negeri untuk segera meminta klarifikasi dan juga permintaan maaf dari Dubes Arab Saudi itu.

Sementara itu, PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) menganggap pernyataan Osama di Twitter itu melanggar keras hubungan diplomatic

Saudi-RI dengan mencampuri urusan politik suatu negara yang sebenarnya adalah di luar kewenangannya.

Kemlu Panggil Wakil Dubes Dengan Tagar #pulangkanOsamasuaibi

Ketua GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, meminta pada Kemenlu memakai korespondensi diplomatiknya guna meminta klarifikasi dan juga permintaan maaf dari Osama.

Yaqut sendiri menuntut permohonan maaf karena cuitan Osama itu menyebutkan secara tak langsung GP Ansor adalah organisasi menyimpang dan sesat.

“Meminta klarifikasi dan juga minta maaf dari Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudi sehubungan dengan masalah unggahan,”

ungkapnya dalam surat permohonan koresponden diplomatic GP Ansor tepatnya pada hari Senin (5/12).Dalam surat permohonan korespondensinya itu,

Yaqut pun menegaskan bahwa GP Ansor adalah organisasi keagamaan berasaskan Islam Ahlussunah Wal Jamaah dan juga turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Kami meminta klarifikasi dalam unggahan itu, organisasi kami disebut-sebut sebagai organisasi yang mana menyimpang secara aqidah,” katanya.

Kicauan Osama juga membuat geram pada netizen. Bertebaran sudah tagar #pulangkanOsamasuaibi

Di media sosial sampai-sampai tagar itu menduduki peringkat keempat dalam Top 10 Indonesia terpantau sampai hari Senin (3/12) pukul 23.58 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *