Johann Zarco Memutuskan Kontrak MotoGP, Wajahnya Nampak Sedih

Johann Zarco merupakan seorang pembalap yang berasal dari negara Prancis.Dia lahir pada tanggal 16 Juli 1990.Konon dirinya awal mula mejadi pembalap sekitar tahun 2004.Adapun prestasi yang pernah diraih pertama kali adalah mampu menempati urutan runner-up senior dalam European Championship.Selain itu ketika tahun 2016 di European Open Championship berhasil mendapat kemenangan juga. Bahkan pada tahun 2015, 2016, dan 2017 dia mendapat tawaran bergabung dengan tim Monster Yamaha Tech 3 serta melaksanakan debutnya secara lancar tanpa halangan.

 

Pasca penyelenggaraan MotoGP Austria tahun 2019, tepat hari Minggu tanggal 11 Agustus Johann Zarco langsung memutuskan kontrak kerja dengan KTM. Berita ini terdengar sangat mengejutkan sekali, secara tiba-tiba pembalap ini  megajukan pengundura diri. Padahal perjanjian kontraknya toto togel online dahulu telah disepakati akan berjalan selama 2 tahun, tapi kini baru satu tahun sudah ingin berhenti.

 

Johann Zarco  Sedih Setelah Balapan

Keputusan mengakhiri kontrak kerja dengan KTM setelah balapan MotoGP Austria, Johann Zarco  tidak mau memberikan alasannya kenapa dia bisa begitu.Saat tanggal 11 Agustus pembalap ini hanya terbuka tentang dirinya hanya bisa menjadi urutan ke dua belas untuk mencapai garis finis pada hari Minggu saat itu. Stefan Pierer  selaku Ceo mengira bahwa dirinya sangat frustasi, karena tidak bisa menunjukan penampilan professional.

 

Ekspresi Johann Zarco sangat berbeda tidak seperti biasanya, tampak sedih matanya berlinang air mata.Keadaan pun menjadi tegang, karena pembalap asal prancis ini ingin mengakhiri kontraknya dengan KTM. Saat itu  banyak yang berusaha membantu menasehati agar dia beban pikirannya terkurangi.

 

Mendapat Penalti dari KTM Johann Zarco  Tidak Keberatan

Kelihatannya pemutusan kontrak kerja semalam dua tahun, akan serius Johann Zarco  lakukan. Bahkan apabila memperoleh penalti dari KTM juga tidak keberatan. Selain itu semua uangnya akan dikeluarkan tanpa masalah, demi ingin keluar dari mereka. Hal ini semua adalah anggapan Beirer mengenai permasalahan tersebut.

 

Mayoritas orang beranggapan bahwa Johann Zarcomerasa tidak cocok tentang motor milik KTM berupa RC16. Kualitas kendaraannya kurang pas dihatinya, jika dibandingkan dengan tunggangan M1 Yamaha bersama Tech3 saat tahun 2017 dan 2018.Dahulu banyak memperoleh kejuaraan, misalnya menang 6 podium, dan 4 kali pole psitiont.Namun sekarang tidak bisa unggul, gagal menang, dan berada pada urutan ke 14 MotoGP 2019, karena kendala tersebut.

 

Kritikan Johann Zarco Terhadap KTM

Kabarnya sudah beberapa kali sebelum MotoGP Austria 2019 berlangsung, Johann Zarco meminta putus konrak.Selain itu juga pembalap asal negara Prancis tersebut, memberi kritikan atau komplen terhadap motor KTM.Sampai perkataannya pun tidak enak di dengar, bahkan banyak yang sakit hati karena ikut terkena kemarahannya.

 

Saat Johann Zarco mengkritik motor KTM, seringnya orang sana tidak ada yang mau mendengarkan keluh kesahnya. Sehingga pembalap ini lama- kelamaan menjadi depresi,dan Pierer sangat membantu dalam mengembalikan kondisi mentalnya. Oleh karena itu,  mereka semua sebenarnya kurang ada ke kompakan, tida perhatian, dan komunikasi kurang dipahami.

Secara sepihak KTM belum bisa memutuskan sepenuhnya mengenai pengunduran diri Johann Zarco.Keputusan pembalap asal Prancis ini telah menjadikannya bertekad menemui Pierer secara langsung, agar sampai akhir musim kontraknya segera diputus di KTM. Sebenarnya sehari sebelum turnamen di Red Bull Ring, dia sudah memendam kesal dan emosi, akibat hasil perundingan bersama manajer tim Mike Leitner dan Beirer.