Kepala Staff Presiden Moeldoko mengatakan bahwa pemerintah menyediakan sebuah layanan konsultasi psikologi bagi masyarakat selama masa pandemic corona ii berlangsung. Layanan konsultasi itu bernama Sejiwa atau Sehat Jiwa.

Sehat Jiwa (Sejiwa) Layanan Konsultasi Selama Pandemi

Ia menyebutkan layanan tersebut didasari atas laporan dari Gugus Tugas Covid-19 bahwa ada 20% masalah pada masa pandemi ini yaitu masalah kesehatan. Sedangkan 80% lainnya adalah persoalan psikologi.

“Dengan demikian apabila masyarakat tidak bisa menjaga psikologi mereka sendiri ada kecenderungan imunitas tubuh yang menurun. Akhirnya hal tersebut bisa membuat seseorang yang terkena copyright melemah.  Ya memang waspada perlu namun takut sampai cemas dan stres jangan sampai terjadi,”  ungkapnya melalui jumpa pers di akun YouTube KSP pada hari Rabu (29/4). 

Layanan yang bernama Sejiwa  ini katanya bisa diakses melalui hotline 119 ekstensi 8.  Moeldoko  juga menuturkan bahwa masyarakat bisa berbagai keluhan karena stres selama pandemic  Corona ini berlangsung. “Maka hari ini kita luncurkan layanan psikologi Sejiwa.  harapannya adalah masyarakat Indonesia bisa memiliki 1 jiwa dan juga semangat yang sama untuk saling gotong royong melawan  pendemi ini,” ungkapnya lagi. 

Menurut Moeldoko juga tekanan selama masa pandemi itu dapat memicu Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT sampai dengan pelecehan seksual yang masih terus saja terjadi sampai sekarang. dari data yang didapatkan dari LBH APIK,  selama tanggal 16 sampai 30 Maret 2020 ada 59 kasus kekerasan  seperti perkosaan,  pelecehan  seksual, dan  juga pornografi daring. Diantara kasus-kasus result sgp tersebut 17 diantaranya adalah kasus KDRT. 

Mantan Panglima TNI ini juga menuturkan adanya peran kasus kekerasan selama pandemic Corona tersebut terjadi juga di berbagai negara, tak hanya Indonesia.  merujuk dari keterangan Sekretaris Jenderal PBB  Antonio Guterres  pada tanggal 5 April lalu Moeldoko mengatakan peningkatan tekanan sosial dan juga tekanan ekonomi karena pandemi karena ini sudah menyebabkan lonjakan kasus KDRT pada ada perempuan dan juga anak-anak. “Di Perancis sampai sepertiga kasus dalam seminggu. Di Afrika Selatan ada 90000 kasus pengaduan KDRT.  dan di Australia menyatakan adanya peningkatan pencarian online terkait layanan bantuan KDRT yang mencapai 75% pasca pandemi,” imbuhnya. 

LBH APIK Jakarta Catatkan KDRT Jadi Makin Marak Saat Wabah Corona

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Moeldoko menuturkan adanya data KDRT semakin meningkat di situasi seperti sekarang ini.  Dan Lembaga Bantuan Hukum  atau LBH APIK Jakarta  pasalnya menerima 97 pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan selama wabah virus Corona ini merebak.  Paling  banyak kasus yang masuk adalah  KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

Laporan  pasalnya diterima dalam kurun waktu 16 Maret sampai dengan 19 April 2020 atau tepatnya sejak pemerintah menghimbau masyarakat membatasi kegiatan di luar rumah dan selalu menjaga jarak. “Hal ini menjadi bukti bahwa rumah belum tentu menjadi tempat yang aman bagi perempuan,  apalagi dalam masa pandemic Corona ini.  Perempuan  menjadi  lebih rentan bukan hanya rentan tertular virus namun juga menjadi korban kekerasan yang lebih Rentan,”  ungkap Direktur LBH APIK Jakarta, Siti Mazumah  lewat keterangan tes hari Selasa (21/4) minggu lalu. 

Dari 97 kasus Yang dilaporkan ada sebanyak 33 kasus yang merupakan kasus KDRT,  kemudian  30 kasus kekerasan gender berbasis online,  8 buah kasus pelecehan seksual dan 7 kasus lainnya adalah kekerasan dalam pacaran.