Belum Ada Kepastian Untuk Liga 1 dan Semua Merasa Bosan

Di akhir 2020 ini, semua terkena dampak dari Covid-19 termasuk di industri sepakbola. Salah satunya adalah ditundanya Liga 1 akibat belum ada keputusan resmi dari pemerintah tentang kondisi wabah tersebut. Ini membuat banyak tim berlatih di tengah ketidakpastian.

Mahmoud Eid, gelandang asing tim Persebaya, bahkan berkata kalau dia merasa bosan dengan dengan situasi sekarang. Sebelumnya, pemerintah sempat memberi ijin untuk menyelenggarakan liga tersebut. Namun, kini mereka memutuskan untuk menundanya lagi.

Liga 1 Ditunda

Di awal tahun 2020 kemarin, Liga 1 sempat bergulir selama tiga pekan di musim baru. Sayangnya, kasus virus Corona kembali menjadi ancaman dan akhirnya kompetisi dihentikan.

Menurut berita, Kementrian Pemuda dan Olahraga dan Satgas Covid-19 telah memberi lampu hijau ke PT. LIB September lalu. Mereka memberi ijin untuk penyelenggaraan kompetisi, yang dapat dimulai di awal Oktober.

Ijin tersebut memiliki banyak persyaratan termasuk kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Semua orang yang terlibat harus melakukan tes secara berkala dan para penonton dilarang hadir langsung di stadion guna menyaksikan jalannya pertandingan.

Terlebih, lokasi kompetisi result sgp akan difokuskan di Pulau Jawa. Tujuannya adalah untuk mengurangi mobilitas dan memudahkan proses sterilisasi. Faktanya, sudah disiapkan beberapa markas untuk tim-tim yang berasal dari luar Jawa. Markas tersebut tersebar di Malang, Bantul, dan Sleman.

Kabar buruknya, situasi seputar Corona semakin menjadi-jadi di tanah air. Kondisi ini bahkan mendapat sorotan dari mancanegara! Alhasil, pihak kepolisian mencabut ijin penyelenggaraan Liga 1 dan kemungkinan boleh dilanjutkan tahun 2021 depan!

Berbagai Tanggapan Seputar Penundaan

Supardi Nasir selaku kaptim klub Persib memberi tanggapan seputar penundaan yang terjadi. Alih-alih emosi dan memberikan komentar negatif, dia mengaku hanya bisa pasrah atau mengikuti keputusan dari pemerintah. Faktanya, PSSI sudah membenarkan bahwa tahun ini takkan ada kompetisi sama sekali.

Dalam rapat Exco kemarin, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia membenarkan bahwa semua aktifitas dan kompetisi sepakbola nasional akan dilanjutkan kembali di tahun 2021.

Mendengar berita tersebut, pihak Persib akhirnya membuat keputusan untuk meliburkan para pemain dari sesi training. Fase rehat ini setidaknya akan berlangsung sekitar dua bulan hingga mendapat kepastian lebih lanjut.

Supardi menambahkan bahwa dia dan rekan-rekan siap untuk mematuhi arahan dari pihak manajemen klub. Alih-alih memanfaatkan dua bulan tersebut untuk berlibur dan bersenang-senang, dia memutuskan untuk berlatih secara mandiri. Namun, dia juga akan mengambil sedikit waktu bersama keluarga untuk menikmati alam.

Tanggapan lain muncul dari mulut GM klub Arema FC bernama Ruddy Widodo. Dia justru memberi saran kepada pihak atas untuk tidak meliburkan Shopee Liga 1. Alasannya, dia ingin kompetisi tersebut bisa berlangsung bersamaan dengan Piala Dunia U-20.

Kabar resmi menyatakan bahwa Liga 1 akan dilanjutkan mulai bulan Februari tahun depan dan berakhir di bulan Juli. Sedangkan jadwal untuk World Cup U-20 diselenggarakan mulai 20 Mei hingga 12 Juni 2020. Indonesia menjadi tuan rumah untuk kompetisi ini.

Tetap saja, usul dari Ruddy tidak membuahkan hasil positif. Ada banyak alasan kenapa Liga 1 harus ditunda. Selain karena terkait dengan kondisi wabah yang belum aman, ada kemungkinan bahwa kedua kompetisi akan bentrok satu sama lain. Ini meliputi jadwal, para pendukung, dan lain sebagainya. Apapun tanggapan dari orang-orang yang terlibat di dunia sepakbola Indonesia, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah. Semua hanya bisa mengikuti aturan dan anjuran yang diberikan oleh pihak atas. Beberapa orang merasa bosan dan yang lain memanfaatkan waktu libur tersebut untuk berlatih.