Hari ini netizen Indonesia di Twitter ramai-ramai menyebarkan salah satu film pendek yang dinilai sangat amat menyentuh hati walaupun hanya berdurasi 10 menit saja. Film pendek tersebut berjudul Turut Berduka Cita, sebuah film yang disutradarai oleh seorang sineas bernama Winner Wijaya. Banyak yang akhirnya datang ke channel youtube Winner Wijaya untuk menyaksikan film pendek tersebut.

Tentang Film Turut Berduka Cita

Film tersebut dibuka dengan situasi di mana Sedang ada prosesi pemakaman di sebuah rumah. Seorang anak perempuan bernama Maria sedang melakukan ramah tamah kepada para tamu yang melayat ayahnya yang baru saja meninggal diduga karena serangan jantung. Namun bukannya Maria terlihat sedih tapi dia terlihat sangat kuat karena bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh para pelayannya yang kebanyakan pertanyaannya adalah sama: Bagaimana bisa ayahnya meninggal?

Maria menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sama itu dengan sangat tegar namun sesekali dirinya merasa kosong dan ingin sekali memiliki waktu untuk bersedih. Kebanyakan pelayat namun malah bertanya pertanyaan yang sama dan lebih menyedihkan lagi mereka sering membandingkan dengan kondisi orang yang mereka kenal. Atau para pelayat juga sering memberikan nasehat yang sebenarnya sudah tidak lagi penting karena ayahnya sudah tiada.

Pertanyaan-pertanyaan yang sama dilontarkan oleh para pelayat dan Maria harus menjawabnya dengan jawaban yang sama juga, Bahkan dia menyebutkan kata “ Depot Mas Agus” berkali-kali karena sebelum ayahnya berpulang, beliau sempat meminta untuk makan di Depot Mas Agus. Maria memberikan kronologi Bagaimana ayahnya meninggal dari yang sebelumnya pada sore hari Ayahnya masih tersenyum lebar dan sempat berbincang-bincang dengan anggota keluarganya termasuk dengan Maria sendiri. Dia juga bercerita bahwa ibunya pada hari ayahnya meninggal tempat masuk kerja dulu sebelum akhirnya ayahnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu tengah malam.

Namun para pelayatnya tidak ada yang fokus untuk menenangkan Maria, membiarkan dia bersedih untuk sementara dan mengingat masa-masa indahnya dengan ayahnya atau memberikan support kepada Maria. Hanya ada satu pelayat saja yang tepat membahas Bagaimana baiknya Ayah Maria Semasa Hidup terlebih kepada ibu pelayat itu.  Yang lainnya malah berfokus pada hal-hal yang tidak penting seperti misalnya menyarankan seharusnya Maria melakukan pengobatan alternatif untuk ayahnya, bertanya apakah ayahnya seorang perokok, bertanya Bagaimana pola hidup dan pola makan dari ayahnya yang seolah-olah menjadi kesalahan dari ayahnya sendiri atau keluarga Maria sampai akhirnya beliau berpulang.

Pesan Yang Mendalam

Film pendek ini sudah ditonton lebih dari 34000 kali dan mendapatkan lebih dari 5000 Likes. Tidak heran karena memang film pendek ini menyampaikan pesan yang sangat mendalam yaitu kurangnya empati orang-orang yang datang untuk takziah. Kebanyakan orang pertama di Indonesia tidak memberikan waktu kepada orang-orang yang ditinggalkan untuk bersedih, malahan Mereka bertanya pertanyaan yang itu-itu saja yang mana pertanyaan itu bisa mengundang kesedihan dan Tangis dari mereka yang ditinggalkannya. Film ini juga sangat bagus untuk disampaikan togel hongkong kepada masyarakat karena seharusnya kita memberikan waktu dan juga support untuk mereka yang ditinggalkan daripada sibuk bertanya kenapa seseorang bisa meninggal. Dan sebaiknya kita juga tidak berfokus untuk minta foto di tempat takziah terlebih dengan keluarga ataupun jenazah. Padahal seperti yang kita tahu Kebanyakan orang datang ke takziah malahan untuk melakukan reuni ataupun bergosip tentang jenazah ataupun keluarga jenazah.