Black Panther Belum bisa Kalahkan Doraemon di Jepang

Tidak semua orang nampaknya menyerukan “Wakanda Forever”. Mengapa? Karena ternyata data Box Office Jepang menunjukkan suatu hal yang berbeda. Dalam data itu, ternyata film Black Panther yang telah meraih kesuksesan domestik di Amerika Utara dan juga secara internasional ini tidak berkutik saat disandingkan dengan Doraemon. Film superhero Marvel tersebut masih belum bisa menggeser kedudukan kantong ajaib Doraemon yang menjadi favorit orang Jepang.

Black Panther Masih Kalah Jauh

Berdasarkan data dari Box Office Negara Matahari Terbit tersebut untuk pekan lalu, sekitar tanggal 3-4 Maret 2018, raihan penonton Black Panther masih kalah juh dari film animasi togelpelangi paling baru, Doraemon the Movie: Nobita’s Treasure Island. Dua film tersebut diketahui sama-sama menjalani pekan debutnya. Akan tetapi film seri ke-38 dari robot kucing biru yang mana juga terkenal di Indonesia itu menjadi posisi pertama di Box Office dengan pendapatan awal US $8 juta atau sekitar 717.000 penonton.

Raihan ini pasalnya tercatat meningkat sebanyak 22% dibandingkan pada saat yang sama di film sebelumnya, Doraemon the Movie 2017:Great Adventure in the Antartic Kachi Kochi. Film itu mendapatkan pendapatan total sebesar US $42 juta.

Di sisi lainnya, Black Panther pada akhir pekan pertama di Jepang Cuma mampu menarik sebanyak 199 ribu penonton saja dengan pendapatan awal sebesar US $2,9 juta. Akan tetapi setelah 4 hari penayangannya, pada hari Selasa (6/3), Black Panther dilansir dari CNN Inodnesia memperoleh pendapatan US $4,7 juta. Atas pencapaian itu, Black Panther menempati posisi kedua dalam Box Office Jepang.

Tantangan Film Internasional di Jepang

Jepang adalah satu dari sedikit negara yang ada di Asia yang belum juga mengumumkan pendapatan film yang sudah sangat sukses di Amerika Utara tersebut. menurut data dari Box Office Mojo, Jepang dan Cina adalah dua negara yang masih juga belum memberikan data pendapatan box office. Dua negara itu tergolong menjadi negara pasar besar yang ada di Asia dan juga sekaligus menantang untuk Hollywood karena budaya mendahulukan menonton film produksi lokal terlebih dahulu.

Sampai sekarang ini, Black Panther sendiri telah mengumpulkan total pendapatan sampai dengan US $899 juta dengan US $501 juta berasal dari pasar domestic Amerika Utara sebagai penyumbang pendapatan yang paling dominan.

Dan di pasar internasional Black Panther Cuma bisa memperoleh sebesar US $398 juta atau sekitar 44% saja dari pendapatan totalnya di pekan ke-3 penayangannya. Sementara itu, di pasar domestic Amerika Utara, akhir pekan Oscar 2018 lalu, Black Panther masih juga menempati posisi yang pertama pada Box Office dengan pendapatan sebesar US $66,3 juta.

Bagaimana untuk posisi kedua? Untuk posisi kedua ditempati oleh Red Sparrow, film yang dibintangi oleh Jennifer Lawrence. Di awal pekan debutnya, film yang menampilkan mata-mata Rusia itu meraih pendapatan sebesar US $16,8 juta.

Sementara di posisi ketiga pada Box Office Amerika Utara ditempati oleh Death Wish yang juga debutnya pertama menghasilkan sebesar US $13 juta. Untuk posisi keempat, ada Game Night yang memperoleh pendapatan sebesar US $10 juta dan nomor 5 tak disangka dihuni oleh Peter Rabbit dengan pendapatan US $10 juta.

Nampaknya di Amerika Utara memang Black Panther bisa mendominasi namun tidak demikian di Negara Matahari Terbit yang masih mencintai beberapa film lokalnya termasuk Doraemon the Movie: Nobita’s Treasure Island.

Siap-Siap, 2 Agustus 2019 Ada Live Action Movie Dora the Explorer!

Setelah sempat mengumumkan pada public bahwa akan ada live action dari kartun anak-anak yang diminati oleh banyak orang, Dora the Explorer pada bulan Oktober tahun lalu, akhirnya Paramount Pictures mengumumkan kapan film itu akan dirilis.

Tanggal Rilis Sudah Fix

Selaku studio yang mana memproduksi Dora the Explorer, Paramount Pictures mengumumkan bahwa tanggal 2 Agustus 2019 adalah tanggal perilisan kisah petualangan dari Dora, Boots serta kawan-kawannya. Dengan adanya penetapan tanggal itu, Dora the Explorer menjadi film Togel Hongkong kedua yang mana menjadwalkan naik layar lebar pada momen itu. sebelumnya juga, Warner Bros memilih tanggal itu untuk merilis sebuah film yang belum memiliki judul.

Rencananya, film ini akan diproduseri oleh Michael Bay, Brad Fuller, dan Andrew Form. Ketiganya bakal meneruskan proyek yang disebut-sebut idenya sudah muncul sejak tahun 2015 itu. sekarang ini, Dora the Explorer yang memiliki versi live action tengah dip roses pengembangan dengan merekrut Nick Stroller guna merilis kisah petualangan gadis yang berponi yang selalu membawa ransel tersebut.

Sutradara yang telah dipilih oleh pihak produksi untuk film ini dan mengarahkan Dora dan Boots dalam berpetualangan adalah James Bobin yang mana pernah menggarap Alice Through the Looking Glass.

Cerita Dora the Explorer

Cerita dari Dora the Explorer sendiri di sini mungkin akan sedikit berbeda dari Dora yang ada di film animasinya. Di dalam live action Dora the Explorer ini diceritakan Dora sudah beranjak menjadi gadis remaja, bukan lagi sebagai bocah yang usianya 7 tahun. Di film live actionnya juga Dora diceritakan bakal pindah ke kota yang baru di mana Diego, sepupunya, tinggal.

Sebelumnya, Dora the Explorer merupakan serial TV yang sangat populer dan memiliki 172 episode terhitung mulai 2000 sampai dengan 2014. Serial tersebut fokus pada pengalaman bocah Amerika Latin dengan monyetnya, Boots, yang mana suka berkelana dari 1 tempat ke tempat yang lainnya. Ia biasanya mengalami berbagai rintangan, dan salah satunya adalah seekor serigala bernama Swiper yang suka mencuri.

Dilansir dari CNN Indonesia, jika memang jadi dirilis pada tahun 2019, maka Dora the Explorer akan menjadi film ketiga Paramount Pictures yang dirilis pada tahun 2019. Sebelumnya diberitakan akan ada Transformers 7 pada tanggal 28 Juni, dan Top Gun yang akan dirilis pada tanggal 12 Juli 2018, sebuah serial lanjutan dari film Terminator.

Belum Syuting Namun Sudah Siap Tayang Tahun Depan

Uniknya adalah meskipun pihak dari Paramount Pictures yang menjadi distributornya sudah mengumumkan tanggal rilis dari Dora the Explorer ini, sampai saat ini bahkan masih belum juga disampakan kapankah film ini akan memulai proses casting dan juga syutingnya. Paramount pasalnya pertama kali mengumumkan film Dora the Explorer ini akan rilis yakni sejak Oktober tahun 2015 setelah sang penulis scenario menulis scenario untuk film animasi Puss in Boots yakni Tom Wheeler didaulat untuk menggarap ceritanya.

Namun setelah itu belum ada pergerakan sama sekali dari pihak studio untuk melanjutkan pengembangannya sampai dengan proses diaktifkannya kembali pada bulan Oktober 2017. Penulisnya juga diganti oleh pihak studio yakni menjadi Nick Stroller.

Dora the Explorer adalah serial animasi yang dicipatakan oleh Chris Gifford, Eric Weiner, dan Valerie Walsh, yang mengudara sebanyak 8 musim. Serial edukasi ini memiliki 172 episode sejak tayang selama 14 tahun.

Legenda Star Wars, Warwick Davis Tanggapi The Last Jedi

Desember lalu, Star Wars: The Last Jedi akhirnya tiba di bioskop. Menariknya, para penggemar beratnya terbagi menjadi dua usai menonton film tersebut. Beberapa orang membencinya sementara yang lain menyukainya. Jika Anda penggemar Star Wars, Anda pun akan memiliki reaksi yang berbeda dengan film terbaru The Last Jedi yang bahkan kalah dengan beberapa film yang rilis di bulan yang sama seperti Jumanji: Welcome to the Jungle. Menanggapi hal ini, legenda pemain Star Wars, Warwick Davis ikut memberikan komentar.

Warwick Davis: Star Wars Hanya Hiburan

Usai pemutaran perdana Star Wars, semua penggemar memang memiliki pendapatnya sendiri begitu juga dengan Warwick Davis dimana dia merupakan aktor yang berpengaruh dari semua film Star Wars. Perannya begitu banyak di semua film Star Wars, tapi tidak untuk film The Last Jedi ini. Berikut ini komentarnya terkait dengan adanya pendapat yang berbeda di tengah para fans usai menonton The Last Jedi;

“Saya tidak tahu (ternyata) film itu memiliki pendapat yang berbeda, tapi semua film (memang) memiliki oipini yang berbeda – beberapa orang akan menyukainya, beberapa orang tidak akan menyukainya. Aku akan selalu mencintai Star Wars. Star Wars adalah hiburan, ini bukan tentang membuat pernyataan (yang berhubungan) politik. Film ini ada hanya untuk dinikmati orang (sebagai hiburan saja).”

Dia melanjutkan: “Anda masuk ke sana (menonton film) dan seharusnya diri Anda terbawa di dunia yang telah diciptakan sutradara. Star Wars selalu menjadi contoh bagusnya – film ini adalah pelarian sejati dan Anda bisa melupakan abad ke-21 selama beberapa jam. Itulah filosofi George Lucas dengan film Star Wars-nya, (yakni) untuk melakukan petualangan yang menyenangkan.”

Jadi, menurut Warwick Davis, Star Wars hanya film dan sebagai hiburan semata. Dia mencoba untuk mengingatkan para penggemar bahwa Star Wars dimaksudkan untuk menjadi hiburan dan pelarian di atas segalanya. Dia juga mengatakan bahwa setiap film secara teknis memiliki pendapat yang berbeda baik yang menyukainya atau tidak, dan memang begitulah adanya.

Baik Buruk Tergantung Orang Menikmatinya

Warwick Davis tahu satu atau dua hal tentang kontroversi di film Star Wars. Dia sendiri terkenal karena bermain Dewa Poker Online sebagai Wicket atau The Main Ewok dari film Star Wars: Return of the Jedi, dan beberapa peran untuk serangkaian film TV. Ewoks sendiri secara umum tidak terlalu mendapatkan perhatian lebih dari kebanyakan penggemar Star Wars, jadi wajar jika Davis memiliki beberapa pendapat mengenai film terbaru The Last Jedi serta rangkaian panjang kontroversi film Star Wars lainnya.

Film The Last Jedi ini, mungkin bisa dikatakan banyak mendapatkan perhatian karena ini adalah bagian dari film Star Wars. Sementara penulis film bisa saja mengatakan bahwa orang yang membenci film tersebut adalah orang-orang yang memiliki rasa tidak suka terlebih dahulu terhadap film ini. Berbeda dengan mereka yang memang menyukai Star Wars, tentu akan memiliki rasa suka terhadap film tersebut. Namun, memang berbeda dengan film sebelumnya terutama Rogue One dimana hampir semua fans Star Wars mengacungkan jempol untuk film tersebut.

Walau bagaimanapun, film Star Wars: The Last Jedi pasti menarik untuk ditonton. Film ini mungkin saja bisa dikatakan sebagai film yang bagus dan buruk di waktu yang bersamaan mengingat film ini tidak meledak di pasaran, tetapi tidak juga redup. Pastikan terus update tentang informasi dan berita film Star Wars di sini. Apalagi, film dari Star Wars Universe memang akan terus diproduksi setiap tahunnya.