Resmi, Polda Jabar Pilih Hentikan Kasus Habib Rizieq

Pada akhir 2016 lalu, Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Habib Rizieq Syihab ke Bareskrim dengan dugaan penodaan Pancasila. Sukmawati selaku Ketum PNI Marhaenisme menyebut kalau sang Ketua dan Imam Besar FPI itu menodai lambang dan dasar negara Pancasila serta menghina kehormatan dan martabat Presiden Soekarno. Dalam video yang ada, Rizieq mengucapkan, ‘Pancasila Soekarno Ketuhanan ada di pantat sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala’.

 

Karena lokasi video togel online direkam di wilayah Jawa Barat, Bareskrim melimpahkan kasusnya ke Polda Jabar. Di awal Januari, Rizieq memenuhi panggilan Polda Jabar dan datang disertai FPI yang berujung keributan antar massa. Penyidik Polda Jabar lalu menetapkan Rizieq sebagai tersangka di akhir Januari 2017. Rizieq tidak hadir dalam panggilan pertama di awal Februari karena sakit dan baru datang sepekan kemudian.

 

Dan setahun setelah itu, karena Rizieq juga memilih kabur ke Arab Saudi, Polda Jabar akhirnya mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Dilansir Detik, Kombes Umar Surya Fana selaku Ditreserse Krimum Polda Jabar menyebut kalau SP3 pada kasus Rizieq karena tak cukup bukti dan tak ditemukan adanya unsur pidana.

 

Atas penghentian salah satu perkara yang menjerat dirinya, Kapitra Ampera selaku pengacara Rizieq pun mengucapkan terimakasihnya kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto hingga Menkopolhukam Wiranto. Ampera menegaskan bahwa Rizieq tak melanggar UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara seperti tudingan Sukmawati.

 

Tak Ada Intervensi, Polisi Bisa Buka Lagi Kasus Rizieq

 

Banyaknya pertanyaan dari masyarakat, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko selaku Kabid Humas Polda Jabar menjelaskan kalau para penyidik bersifat independen dan tak ada sedikitpun tekanan atau intervensi saat kasus Rizieq di-SP3. Penyidik ternyata tak menemukan unsur pidana yang memenuhi pasal 154A KUHPidana yang jadi dasar pelaporan. SP3 sendiri sudah dikeluarkan Polda Jabar pada Februari 2018.

 

Namun Kombes Umar menjelaskan kalau ada alat bukti baru, kasus Rizieq bisa kembali dibuka. Bukti yang dibutuhkan polisi adalah video lengkap ceramah Rizieq yang ternyata sudah terjadi pada 2011 silam. Karena Sukmawati hanya menyerahkan penggalan video berdurasi sekitar dua menit saja. “Justru sekarang tim siber bekerja mencari video lengkap ceramah Rizieq. Jadi di dalam SP3 itu tidak mati. Ada kalimat di bawahnya jika ditemukan alat bukti baru, kasus akan dibuka kembali.”

 

Jika Kasus Lain Berhenti, Rizieq Akan Pulang

 

Meskipun kasus dugaan penodaan Pancasila di Polda Jabar sudah berhenti, Rizieq ternyata masih terjerat kasus lain yakni chat pornografi yang dia lakukan dengan perempuan bernama Firza Husein. Kasus chat porno itu dilaporkan di Polda Metro Jaya dan masih menetapkan Rizieq sebagai tersangka. Novel Bamukmin selaku Humas Persaudaraan Alumni 212 menyebut jika Rizieq baru bersedia kembali ke Indonesia jika seluruh kasusnya dihentikan kepolisian.

 

Novel menilai kalau kasus tudingan pornografi Rizieq adalah rekayasa dan berharap semua di-SP3 agar Pilkada dan Pilpres lebih aman. Baru setelah mendapat kepastian hukum, Rizieq akan pulang karena dia sekarang memilih ada di Arab Saudi sebagai bentuk perlawanan hukum yang tak adil. Sementara itu Sugito Atmo Prawiro selaku pengacara Rizieq lainnya tengah berupaya memohon penerbitan SP3 ke kasus pemuka agama lain seperti Al-Khaththath di Polda Metro Jaya dan Munarman di Polda Bali. Jadi apakah setelah ini Rizieq benar-benar akan pulang?